HAKI_adu mancung_baduyPengrajin tenun khas Baduy bersyukur setelah dua puluh motif tenun Baduy mendapatkan sertifikat Hak Cipta melalui Surat Pencatatan Ciptaan yang ditandatangani oleh Direktur Hak Cipta dan Design Industri, Dirjen Kekayaan Intelektual- Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Dr. Dra. Erni Widhyastar, Apt. M.Si, pada Kamis (12/10).

Baca : Tenun Baduy Dipatenkan Lembaga HAKI

Menteri Koperasi dan UKM, AA Puspayoga menyerahkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) motif tenun Baduy kepada Kades Baduy, Jaro Saija di Baduy, Kamis (12 Okt 2017)Sertifikat diserahkan secara simbolik oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga kepada Lembaga Adat Baduy sebagai pencipta dan pemegang hak cipta. Sertifikat diterima oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija dan Sekretaris Desa, Arman, pada acara Sinergitas Program Dekranas dengan Kemenkop dan UKM, di desa Kenekes Kec Leuwidamar Kab Lebak.

“Sertifikat untuk motif Suat Samata Kembang Saka dan Suat Samata Adu Mancung yang baru diserahkan, yang lainnya menyusul” ujar Elas, pengrajin.

Menurut Arman, mengatakan sangat bangga dan terharu atas pemberian Hak Cipta motif tenun Baduy, karena hal  ini merupakan keinginan dari seluruh pengrajin tenun sejak lama.

“Pemberian sertifikat hak cipta ini merupakan anugerah yang tak terhingga yang patut disyukuri. Hal ini sesuai dengan prinsip masyarakat Baduy Nu lain kudu dilainkeun, nu enya kudu dienyakeun ” ujarnya.

Ditambahkan Arman dengan adanya sertifikat ini, motif-motif tenun Baduy tidak akan diambil, dicuri atau dipalsukan oleh pihak lain, sehingga para pengrajin tidak perlu risau dengan semakin berkembangnya berbagai model dan motif di pasaran”

Hal senada disampaikan Mulyono, warga Kampung Campaka, Desa Kanekes. Menurutnya, sertifikat tersebut sebagai jawaban atas do’a dan usaha warga Baduy terutama para pengrajin yang masih mempertahankan tradisi leluhur.

“Sebagai warga Baduy kami sangat bangga dengan apa yang sudah kita capai hari ini dan kami dambakan sejak dulu. Anugerah ini melengkapi atas pemberian Rekor menenun yang diperoleh saat kegiatan Festival Baduy, November tahun lalu” terang Mulyono.

“Kami tentunya akan terus berkarya supaya kelak nanti bukan hanya tenun yang punya hak cipta, tetapi kerajinan yang lainnya” pungkasnya bangga.