sepakbola baduyPerhelatan Final Piala AFF 2016 begitu menyita perhatian masyaakat Indonesia bahkan dunia, tidak terkecuali masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat adat Baduy mengenal sepak bola sejak jaman dahulu, anak-anak suku baduy biasa memainkan benda bulat tersebut dengan nama bal-balan. Karena jaman dahulu susah cari bola plastik atau bola yang biasa di pakai di jaman sekarang

Merekapun bermain bal-balan dengan buah jeruk yang besar, supaya tidak cepat meletus buah jeruk tersebut di bakar sehingga buah jeruk jadi lembut dan tidak mudah rusak.

Gagalnya Indonesia menjadi Juara Piala AFF 2016 setelah dikalahkan Timnas Thailand dengan agregat 2-3 pada laga final Sabtu (17/12/2016 di stadium Rajamanggala, Bangkok, Thailand, tidak terlepas dari adanya ‘Kutukan” pada Timnas Indonesia sejak dahulu kala.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat Baduy, Jaman dahulu, saat perang kekuasaan di jamannya para Sahabat Nabi SAW,  ada seorang sahabat Nabi yang dibunuh,  kepalanya dipenggal dan ditendang-tendang layaknya bermain bola dari timur hingga barat, dari selatan hingga utara. Pihak keluarganya pun tak senang sehingga dikutuklah orang-orang yang menendang tersebut oleh keluarga yang di bunuh tersebut.

Sedangkan yang bermain bola tersebut ada yang jadi nenek moyang orang-orang Indonesia,  bahkan orang suku Baduy sendiri , sehingga Indonesia susah untuk berprestasi di bidang sepak bola.

Guna memperjelas cerita tersebut, Saya (Mulyono- Red) mendatangi Panggiwa Sarman, tokoh adat Baduy luar, pada Sabtu (17/12) sore untuk menceritakan kembali cerita dari nenek moyang  bahwa negeri Indonesia punya kutukan di jaman dahulu soal sepak bola.

timnasBerikut wawancara dengan Pangiwa Sarman:

“Apakah Indonesia bisa lepas dari kutukan tersebut?”

“Semua penyakit pasti ada obatnya, caranya dengan cara bertaubat, tokoh-tokoh adat Baduy semua pada tahu” terang Pangiwa Sarman.

“Indonesia nanti malam akan melakoni babak final piala AFF, setelah kemarin berhasil mengalahkan Thailand 2-1, apakah bisa menjadi juara?”

Moal kasorang (tidak mungkin), tapi ceuk saya mah asana moal juara (Tapi menurut saya mah tidak akan menjadi juara)

Gambaran ini hanya cerita yang berkembang di masyarakat Baduy, benar ataupun tidaknya tidak ada yang tahu.

Jika suatu saat Indonesia menjadi Juara dunia, berarti kutukan itu sudah dicabut, Wallhu’alam bissowab

Sumber : https://www.facebook.com/mulyono.era?fref=ts