IMG_20161104_134107Ribuan warga kunjungi Festival Baduy di Desa Kanekes. Festival kali pertama ini mendapat apresiasi bagus dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adat.

Kanekes terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Desa Kanekes dipimpin oleh seorang Jaro atau Kepala Desa yang ditetapkan oleh kelembagaan adat Baduy. Lembaga adat Baduy menaungi 65 kampung, terdiri dari 61 kampung Baduy luar, 3 kampung Baduy dalam, dan 1 kampung bernama Cicakal Girang (masyarakat muslim yang mendiami wilayah Desa Kanekes).

Festival Baduy terselenggara atas inisiatif Desa Kanekes. Awalnya, kepala desa dan perangkat desa berkunjung ke Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Desa itu tengah menggelar Festival Dermaji, sebuah festival desa yang menampilkan beragam potensi, produk unggulan, dan seni budaya desa. Sepulang Dermaji, mereka mulai menggagas Festival Baduy.

Festival Baduy akhirnya terselenggara di Desa Kanekes pada 4-6 November 2016. Meski Festival dirancang sederhana, sejumlah kalangan memberikan ujian atas festival ini. Terlebih, kepanitiaan dan seluruh acara dikelola oleh masyarakat Baduy secara mandiri.

Festival Baduy memberikan banyak pelajaran ada para pengunjung yang hadir. Kepala Desa Wlaharwetan, Dodiet Prasetyo, yang hadir bersama keluarga terkesan dengan keramahan masyarakat Baduy pada tamu. Masyarakat Baduy juga menunjukkan tata ruang desa tertata secara apik sehingga wajah kampung terlihat asri.

“Lingkungan kampung sangat bersih, tak ada sampah berserakan. Tempat sampah tersedia di mana-mana. Kondisi seperti ini sulit saya wujudkan di desa kami. Saya belajar banyak hal tentang tata kelola desa pada Desa Kanekes,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Endah Nurdiana, pegiat Wahid Foundation, lembaga nirlaba di Jakarta. Menurutnya, masyarakat Baduy mampu mengelola pengetahuan sehingga setiap warganya memiliki kompetensi dasar yang sama. Mulai dari pengetahuan pertanian, tenun, kerajinan, pendidikan, dan budaya. Hasilnya, mereka memiliki kemampuan dan produktivitas yang tinggi.

“Di sini tak ada pengangguran, semua warga bekerja secara kreatif. Mereka mampu mengelola sumberdaya di wilayahnya secara baik dan berkelanjutan,” kisah Endah.

Festival Baduy ditetapkan sebagai acara rutin Kabupaten Lebak oleh Bupati Lebak. Penetapan itu merupakan penghargaan bagi masyarakat Baduy yang telah bekerja keras merancang acara ini.