penenun baduyLatar Belakang

Festival Baduy 2016 terlahir dari sebuah ide Perangkat Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, bersama para pelaku/pengrajin tenun dan produk serta masyarakat Baduy lainnya yang didukung oleh Rimbawan Muda Indonesia dan Disporapar Kab. Lebak, yang melihat pentingnya membangun keserasian budaya, peningkatan pengetahuan lokal, destinasi wisata dan pertumbuhan ekonomi untuk memperkuat tatanan/aturan budaya lokal yang ada.

Prinsip “Gunung teu meunang  dilebur, Lebak teu meunang dirusak” (Gunung tidak boleh dihancurkan, Lembah tidak boleh dihancurkan) merupakan komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga dan mengelola sumberdaya alam/hutan. Hal ini wajib menjadi rujukan dan pembelajaran semua pihak dalam menata, mengatur, dan mengimplementasikan tatakelola/tata kuasa sumberdaya alam agar mampu memberikan manfaat berupa keterjagaan lingkungan serta peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Pulang dari kebunFestival Baduy 2016 akan menampilkan pameran produk unggulan berupa tenun dan kerajinan kreatif lainnya, pameran kuliner khas, pentas seni dan budaya, workshop tata kelola desa dan wisata dan pemecahan rekor menenun.

Warga Kanekes atau yang dikenal dengan sebutan Baduy ini merupakan sang penjaga alam sesungguhnya, yang menjaga keutuhan dan kelestariannya serta memanfaatkan tanpa berlebihan.

Secara umum keberadaan masyarakat Adat Baduy telah diakui dalam bentuk Perda Lebak No. 13 Tahun 1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Adat Masyarakat Baduy di Kabupaten Daerah Tingkat II Lebak dan Perda No. 32 tahun 2001 tentang Perlindungan atas Hak Ulayat Baduy.

Dengan aturan adat yang dipegang teguh, mereka mengelola Leuweung Kolot / Hutan Adat (2.492,06 ha), lahan pertanian berupa huma (2.585,29 ha) dan pemukiman (24,50 ha) tetap terjaga dan terkelola dengan baik hingga sekarang di lahan seluas 5.136,58 ha (Disporapar Lebak, 2016). Warga Baduy yang kini berjumlah 3.300 KK atau 11.667 jiwa percaya bahwa tanah atau lahan adalah ambu atau ibu yang memiliki arti penting dan wajib dihormati, layaknya anak yang menghormati ibu nya (RMI, 2016).

pelatihan digital marketingTidak hanya bagi warga Baduy, pada tahun 2015-2016 , DPRD Kabupaten Lebak melahirkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2015 tentang Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Kasepuhan, Perda 01 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah dan Perda 02 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Pemerintah Kabupaten Lebak sangat progressif dan patut untuk diapresiasi dalam memberikan jaminan legalitas pengakuan dan perlindungan atas keberadaan seluruh masyarakat hukum adat, serta menjadi pelopor kebijakan daerah yang peduli terhadap masyarakat adat yang hidup di wilayah administratif Kabupaten, dan mampu menginspirasi Kabupaten lain di Indonesia.

Atas hal tersebut, saat ini perlu dilanjutkan dengan program nyata menjalankan Perda tersebut secara bersama dan bergandengan tangan, baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat serta ragam pihak lainnya untuk bersinergi membangun kesejahteraan dan kedaulatan masyarakat adat di Indonesia, termasuk menjalankan putusan MK 35/PUU-X/2012 dan kebijakan nasional yang sesuai dengan mandat konstitusi.

Tujuan

Tujuan diselenggarakannya Festival Baduy 2016 adalah sebagai berikut :
1). Memperkuat , menjaga dan melindungi kelembagaan adat, budaya dan produk masyarakat Baduy agar tetap lestari;
2). Mempromosikan bentuk-bentuk pengelolaan sumberdaya hutan berbasis masyarakat yang dikelola oleh Masyarakat Baduy kepada publik ;
3). Mempromosikan potensi wisata budaya Baduy dengan keunikan seni, tradisi dan kearifan lokalnya;
4). Menjalin komunikasi multipihak dalam membangun Lebak Sejahtera melalui pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri, adil dan berkelanjutan;
5). Promosi hasil ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy.

Profil Acara :

Program Acara : Festival Baduy 2016 dalam rangka HUT Kab. Lebak yang ke 188
Jenis Acara : Live Event, Exhibition (Pameran Produk dan Kuliner), Sarasehan, Workshop, Pentas Seni dan Budaya
Hari/Tanggal : Jum’at-Minggu, 4-6 November 2016
Jam : Mulai 08.30 – selesai (Rundown terlampir)
Tempat  : Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.
Penyelenggara : Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kab. LebakKerja Bareng Rimbawan Muda Indonesia (RMI),Pemerintah Desa Kanekes, Pemerintah Desa Bojongmenteng;
Pendukung : Kemenko PMK, Kemendesa dan PDT, Kementerian Pariwisata,
Kementerian LHK, Kemensos, Kemkominfo, PANDI, Pemprov. Banten, Pemkab. Lebak, The Asia Foundation, Kemitraan/Parthnership
Pendanaan: Kemenko PMK melalui Program Peduli, Sponshorsip.

Kegiatan

kacapi sulingKegiatan yang akan dilaksanakan pada Festival Baduy 2016 adalah sebagai berikut :
1). Peletakkan batu pertama Gerbang Wisata Budaya Baduy;
2). Pemberian Penghargaan “Katineung” dari Menteri Kemenko PMK untuk Bupati Lebak dan DPRD Kab. Lebak sebagai Bupati dan DPRD peduli adat;
3). Pemecahan Rekor menenun (melibatkan 500 orang penenun yang akan menenun secara bersama-sama);
4). Lomba mewarnai tingkat TK dan SD;
5). Lomba tarian daerah tingkat TK/SD/SMP;
6). Fashion show tingkat Anak-anak;
7). Exhibition : Pameran produk dan pameran kuliner khas masyarakat adat;
8). Pentas seni budaya tradisi;
9). Workshop Kewirausahaan Berbasis Digital untuk para pelaku UKM/IKM di Kab. Lebak;
10). Sarasehan Tata Kelola Wisata dan Ekonomi Kreatif melalui BUMDES.
11). Sentra Pelayanan Dasar (Kesehatan, BPJS, Kependudukan, Donor darah, dll);
12). Pendaftaran Website gratis untuk : Sekolah (sch.id), Pesantren (ponpes.id), Komunitas (or.id), UKM (ukm.id, co.id), IKM (biz.id), Pemerintah Desa (desa.id)

Festival Baduy 2016 sejatinya adalah wadah promosi wisata budaya untuk meningkatkan perekonomian warga masyarakat Baduy serta untuk mengenalkan tata cara pengelolaan Sumberdaya alam yang ramah lingkungan. BUKAN untuk mengubah budaya, mengatur dan intervensi kabuyutan/ larangan yang ada dan berlaku hingga saat ini. Semoga semua pihak dapat memakluminya.

Rahayu!