keberadaan masyarakat baduy bangat menghawatirkan karna kekurangan lahan untuk pertanian (Berladang).tepatnya di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kab. Lebak Provinsi Banten Indonesia.

Kepala Desa Kanekes,/Jaro saija, berita ini di sampaikan oleh Jaro Saija, pas kami wawancarai Pada hari Senin tanggal 30 mei 2016.

mengapa masyarakat. Desa Kanekes Baduy menyatakan kekurangan lahan karna masyarakat Baduy memiliki amanat leluhur gunung ulah di lebur iebak ulah di ruksak dan populasi penduduk di Masyarakat Baduy Dari Tahun Ke Tahun Terus Bertambah Di Tahun Sampai Berita ini Di Turunkan Pada Senin Tanggal 30 Mei 2016 Julah Penuduk Desa Kanekes Sebanyak 3402 KK, 11667 Jiwa, Sehingga Masyarakat Baduy Mengajukan Penambahan Lahan Di Luar Baduy.

Karna Masyarakat Baduy Tidak Mau Merusak Hutan Lindung Yang Ada Di Wilayah Hutan Lindung Adat Baduy Di Jadikan Lahan Pertanian Ngahuma (Berladang).

Maka Dengan Ini Masyarakat Baduy Mengajukan Pembelian Lahan Untuk ngahuma ( Berladang Di Luar Kawasan Baduy Atau Di Luar Tanah Ulayat Baduy.

Karna Di Masyarakat Desa Kanekes Mayoritas Adalah Petani Ladang ( Ngahuma) Meskipun Di Masyarakat Maduy Memiliki Kegiatan Lain Di Selain Berladang Seperti Membuat Kerajinan Tenun Khas Baduy Kerajinan Koja Baduy Dan Kerajinan Kahas Lainnya Ujar Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija.

Poto Bersama